Senin, 04 Juni 2012

Berawal dari kebetulan atau karena keberuntungan?


Bermula dari satu tahun lebih empat bulan yang lalu, cerita perjalanan yang begitu mengesankan baru saja aku mulai, ya sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Satu tahun masa bakti terasa lama saat dijalani, akan tetapi terasa cepat ketika kini menjadi demisioner Ambalan. 

Selama satu tahun masa bakti kemaren, aku melakukan banyak perjalanan tapi masih sedikit yang bisa ku jangkau : Ciamis, Banjar, Banjarsari, Kalipucang, Pangandaran, Cijulang, Kawali, Panjalu, Panumbangan, Panawangan Cirebon, Kuningan, Garut, Bandung, dan masih banyak lagi.

Kabupaten Ciamis, dirasa kecil ketika melihatnya dalam peta, akan tetapi terasa luas ketika harus benar-benar mencoba menelusuri sampai ke daerah-daerah pelosoknya.Daerah yang sama sekali tidak terbayang dalam pikiranku, daerah yang begitu terpencil, begitu terisolir. Hmm, mungkin ini adalah jalan Tuhan, mengingatkanku akan nikmat Nya yang harus terus aku syukuri.

Perjalananku bukan semata-mata karena menghadiri acara-acara kepramukaan resmi atau sejenisnya, tapi lebih kepada pencarian jati diri akan rasa penasaranku untuk menelusuri daerah-daerah yang belum pernah aku kunjungi. 

Ya, bukan tanpa alasan aku berani bepergian sebegitu jauhnya. Berbekal strip tiga aku mulai membangun relasi pertemanan antar strip tiga maupun sekedar anggota. Saat itu aku benar-benar tidak berpikir strip tiga memiliki andil penting dalam suatu pergaulan. Hmm, rasanya bersyukur sekali merasakan “experience” yang “not everyone can feel”. Banyak hal aku dapat dari pramuka, sungguh jika disekolah menjadi Pradana atau menjadi Dewan Ambalan itu terasa biasa saja, akan tetapi ketika kita terjun ke luar dari Ambalan sendiri dan berkunjung ke Ambalan lain, rasanya jadi berbeda, ada satu pembeda, seolah-olah kita benar-benar di istimewakan, dimanapun itu tanpa pengecualian.

Satu pengalaman ketika aku tak memakai Pakaian Dinas Harian, berkunjung ke suatu kegiatan kepramukaan, tak ada yang menyapa sama sekali, bahkan bicarapun seperlunya saja, dan suasananya menjadi berbeda ketika identitasku mulai diketahui si lawan bicara ku tadi, seolah-olah begitu dekat pertemanan kita, dan seolah-olah sudah lama kenal, ada banyak hal yang mereka tanyakan, ada banyak hal yang ingin mereka ketahui dari kita, dan akhirnya ada banyak hal yang ingin didengar oleh mereka, pada dasarnya semua Ambalan sama, sama-sama ingin mengetahui sejauhmana sih kehebatan atau kelebihan dari Ambalan orang lain, yang akhirnya jika itu baik dan sangat interesting mereka akan mencoba menerapkannya di Ambalan mereka dan jika itu sama sekali tidak menarik dan terlihat biasa saja, jelas mereka akan bangga dengan Ambalan mereka, karena mereka merasa lebih tinggi satu tingkat dari kita. Begitulah kiranya pebincangan yang terjadi ketika baru saja saling mengenal, dan kesananya perbincangan kita lebih ke personal tidak melulu membahas pramuka, inilah yang disebut dengan jalinan kekeluargaan yang berawal dari suatu jabatan dan kemudian terikat oleh kata pertemanan.

Ternyata jika harus membandingkan kualitas kepramukaan di kita dengan Ambalan di daerah-daerah pelosok, begitu jauhnya kita tertinggal, dan sangat-sangat jauh dilihat dari kualitas pengusaan materi dan ketaatan mereka akan Adat Ambalan, akan tetapi jika dilihat dari kreativitas pengajaran kepramukan, adat khas Ambalan dan kegiatan kepramukan, sekarang menjadi berbanding terbalik, kita menang dan mereka sangat tertinggal, hmm, itulah yang mereka ingin pelajari dari kita suatu kreativitas tanpa batas yang bagi mereka itu semua adalah keistimewaan yang tidak dimiliki semua ambalan.Betapa bangganya aku dan rekan-rekanku.

Akan ada banyak kejenuhan jika kita tidak memberikan sentuhan inovasi-inovasi baru dalam setiap tahun perkembangan kepramukaan di Ambalan.

Memang teorinya demikian. Karena Ambalan memberikan pelayanan kurang dari yang anggota inginkan maka munculah ketidakpuasan. Ketidakpuasan ini meningkat menjadi ketidakpercayaan anggota karena batas antara keinginan dan kenyataan terlalu jauh dari yang diharapkan. Ketidakpercayaan pada dasarnya adalah akumulasi ketidakpuasan yang luar biasa panjangnya dalam tempo yang lama ataupun sebentar.

Begitu panjangnya akibat ketidakpuasan anggota itu. Begitu serius ternyata dampak sebuah ketidakpuasan itu. Begitu fatal ternyata akibatnya. Isu pilih kasih, ketidakadilan penilaian, salah pemilihan orang, salah memberikan kepercayaan dan seterusnya itu mungkin tidak akan melanda Ambalan  sehebat sekarang mana kala Ambalan berhasil memuaskan anggotanaya.

Lalu …..

Apakah dengan demikian Ambalan perlu memberikan pelayanan yang berlebihan sampai jauh diatas yang diinginkan anggota?

Kalau bisa, yes! Tapi tunggu dulu. Perlu dilihat dulu kondisi intern Dewan Ambalan : apakah sudah punya kemampuan untuk memberikan yang jauh di atas yang diinginkan anggota itu, atau di intern nya saja sudah bobrok, terlalu banyak perpecahan, jika itu terjadi segera perbaiki dulu, segera benahi sampai semuanya memiliki tujuan yang sama “Memajukan dan memberikan yang terbaik yang bisa kita berikan untuk ambalan”. Logika awamnya: kalau untuk sekedar memenuhi keinginan saja belum bisa, apakah anggota percaya kalau Ambalan menjanjikan sesuatu yang melebihi keinginan?

Maka ….

Kembali lagi luruskan niat dan satukan tujuan, ingat kita membawa Ambalan atas dasar rasa tanggung jawab dan kepercayaan, dan jika dirasa banyak sekali cobaan yang mendera segera ingat bahwa kita menjalankan segala kegiatan ini semata-mata karena ingin mencari pengalaman untuk membentuk karakter dan jati diri dan yang terpenting karena niat untuk mencari ridho Tuhan.

Terus!...

Jika niatan kita baik insyaAllah apapun yang terjadi akan terasa nikmat diakhir ceritanya. Hmm, sedikit banyak aku bercerita disini, semata-mata hanya ingin berbagi pengalaman (Masa Depanmu adalah Masa Laluku said seorang Demisioner senior), bahwa tidak akan semua orang bisa merasakan hal yang sama dengan yang aku rasakan tapi kalian akan merasakan yang lebih dari yang aku rasakan manakala dari sekarang kalian membuka diri dan hati kalian agar senantiasa mau menjalin pertemanan dengan siapapun dan apapun status jabatannya, InsyaAllah kemanapun kalian bepergian akan ada yang memberi tumpangan (makan, tempat tinggal, di ajak jalan”, dll).. haha, ngarep.com

Yang terpenting lagi tidak semua orang bisa merasakan duduk berhadapan dengan orang-orang hebat seperti Ketua DPR, Wakil Ketua DPR, Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kepala-kepala Instansi, Kepala Sekolah dan jajaran-jajaran penting lainnya yang menjadi impian semua orang akan karier masa depannya. Dan hanya orang-orang hebat dan beranilah yang akan merasakan sensasi yang berbeda itu. Mulailah berbenah diri dan pantaskanlah diri kalian untuk mendapatkan hal yang pantas, karena kesempatan masih terbuka lebar di depan kalian, beranikan diri dan mulailah beraksi.

Aku Bisa!, Kamu Bisa!, Kita Bisa! dan KITA SEMUA BISA! PASTI BISA! dan HARUS BISA!...

Ciamis, 22 Maret 2012
Di ruang kelas Ganesha Operation
  
Kiki Rizqi Januar
:: Maaf bukan maksud menggurui karena aku juga masih berbenah diri.. Hanya sekedar catatan kecil yang semoga memberi inspirasi. :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar