Darimana harus memulai aku pun tidak tahu, hanya jemari jemari
inilah yang menuntunku untuk terus merangkai kata demi kata hingga menjadi
sebuah kalimat yang menggambarkan apa-apa yang ada di pikiranku saat ini.
Sejenak berhenti, dan sejenak berpikir ,
memikirkan apa yang akan aku goreskan disini.
Senyap sudah, semua yang hidup kini tersungkur. Tak banyak
yang tersisa, hanya mereka yang masih dibebani aktivitaslah yang masih bisa
bertahan. Semua terasa aneh, ada hal berbeda ketika malam benar-benar telah
larut.
Ku pandangi langit lewat jendela kamar. Aneh,gelap tanpa
sinar rembulan atau bintang bahkan sinar bias yang biasanya nampak kini tak
lagi terlihat.
Lemah..
Mengapa aku bisa menjadi lemah seperti ini, kemanakah jiwa
mudaku yang selalu menggelora dahulu?, sudah termakan usiakah?, atau apa?.
Dalam pemikiran panjangku, aku masih belum bisa menemukan jawabannya, jawaban
atas pertanyaan yang seharusnya aku bisa menjawabnya sendiri. Tapi
mengapa..Mengapa aku harus selalu bertanya pada alam, alam yang tak pernah
mampu berbicara, alam yang hanya mampu memberi tanda saja.. Mengapa?
Tuhan...
Dalam kegamangan aku hanya merenung dan berdoa, bercerita
banyak hal tentang jiwa hanya pada-Mu Rabb, hanya pada-Mu, aku ingin bercerita
tapi entah kepada siapa lagi selain kepada-Mu, jika ada disekelilingku orang
yang kau tunjuk untuk menemaniku dan mendengar ceritaku, pertemukanlah aku
dengannya Rabb..
Inilah sekelumit rangkaian kata ambigu yang akan selalu
membuatku berpikir tentang cara bagaimana Tuhan sebegitu hebat dan kompleksnya
mengatur hidup diriku dan alam semesta ini..
Kamu yang mengerti akan memahami apa yang terjadi, dan kamu
yang hanya termenung tak mengerti maksud yang aku sampaikan disini akan
berpikir tentang kekacauan sebuah sistem dalam diriku..
Percayalah kata-kata ambigu itu luar biasa, dan aku suka!!!!
Tak banyak orang yang memahami dan hanya diri kitalah yang
tahu makna dari kata-kata ambigu itu sendiri...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar