Jumat, 17 Agustus 2012

Tak perlu mengejar gengsi


13 Juni 2012 telah menjadi salah satu moment berharga dalam sejarah perjalanan hidupku. Disinilah untuk pertama kalinya aku mengikuti kuliah umum sebagai mahasiswa baru Institut Pertanian Bogor angkatan 49. Dan untuk pertama kalinya pula aku bisa melihat secara langsung sosok-sosok inspiratif. Orang-orang hebat yang telah mampu menginspirasi diriku untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari mereka (Amin).

Dalam kuliah umum itu aku masih ingat ketika bapak wakil Menteri Perdagangan  Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi yang merupakan lulusan Institut Pertanian Bogor dengan bangga menceritkan pengalaman inspiratif perjalanan hidupnya ketika hendak menjadi mahasiswa IPB, ketika menjadi mahasiswa IPB, dan setelah menjadi alumnus IPB. Bagiku beliau adalah salah satu orang yang hebat, seseorang yang mampu mewujudkan mimipinya menjadi sebuah kenyataan bukan sekedar angan-angan.

Pada kesempatan itu bapak Dr.Ir Bayu Krisnamukthi memaparkan kepada kami tentang keharusan kita untuk berani bermimpi, karena dengan mimpilah kita bisa mewujudkan atau menciptkan banyak hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Garis besarnya kuliah umum pada pagi hari itu memaparkan bagaimana potensi pertanian di Indonesia, namun dengan semangat menggelora bapak Bayu memotivasi kami untuk menjadi orang hebat dengan mengawalinya dengan bermimpi.

Di akhir kuliah bapak Dr.Ir Bayu Krisnamurthi memberikan kami kesempatan untuk menuliskan mimpi kita untuk Indonesia yang lebih baik? Apa mimpimu untuk pertanian Indonesia yang lebih baik, dan bagaimana cara kita mewujudkannya?. Dan untuk karya terbaik mahasiswa terbaik akan mendapatkan kesempatan untuk bisa berjamu atau bertatap muka langsung dengan orang nomor satu di negeri ini bapak Dr. Ir. H. Susilo Bambang Yudhoyono, presiden Republik Indonesia. Ya seorang PRESIDEN.

Pikiranku saat itu langsung berontak seketika, berimajinasi membayangkan jikalau aku bertemu langsung dengan orang hebat ini. Ada banyak hal yang ingin aku tahu, ada banyak hal yang ingin aku pelajari, dan ada hal-hal dimana aku juga begitu ingin berjabat tangan dan berfoto bersama beliau (Amin).

Sebelum aku bertemu dan mendengar bapak Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi memaparkan tentang keharusan kita untuk bermimpi, aku sendiri sudah memiliki begitu banyak mimipi . Semoga mimpi yang aku ceritakan ini suatu hari bisa terealisasikan (Amin)

Dan inilah mimpiku untuk Indonesia yang lebih baik.

******

Mahasiswa baru. Ya itulah title yang ada pada diriku sekarang. Saat ini aku memang masih berstatus mahasiswa baru di Institut Pertanian Bogor (IPB). Kampus ternama di negeri ini. Dalam hati, aku memang sangat bangga ketika orang-orang bertanya kepadaku. “Udah selesai sekolahnya? Di terusin dimana?”. “Bogor, di Institut Pertanian Bogor, IPB.”Dengan senyum sumringah aku menjawab setiap kali orang-orang menanyakan hal yang sama. “Jurusan apa?”. Inilah pertanyaan yang selalu membuat diriku harus bergelut menahan emosi ketika menjawabnya. “IPTP, Fakultas Peternakan.”, “Peternakan?, ah kau, nanti kau main-main sama kotoran, kau korek-korek tuh pantat sapi, buat apa kuliah jauh-jauh, kalau mau belajar beternak, tuh belajar sama pak Som aja?, atau nantinya kau mau jadi kawannya pak Som ya?”. Begitu puas mereka tersenyum menahan tawa, dan dengan cara yang halus mereka mengolok-ngolok seorang perangkat desa yang bekerja sampingan sebagai peternak sapi. Ini yang terkadang membuat diriku harus bergelut menahan amarah.

Perlahan aku menarik nafas dan tersenyum pada mereka sembari berkata, “ Ya, aku memang akan melakukan hal itu, mungkin akan terasa menjijikan pekerjaan seperti itu bagi mereka yang tak terbiasa, atau lebih jelasnya bagi mereka yang tidak pernah menginginkan untuk melakukan hal itu. Bukankah suatu pekerjaan yang dilakukan dengan senang hati akan dengan mudah untuk kita jalani, bukankah kuliah itu tujuannya adalah mencari ilmu untuk kita terapkan. Dan bukankah kuliah itu untuk mengejar cita-cita ya?, lah inilah cita-citaku?, lalu haruskah aku kuliah di jurusan teknik elektro, padahal aku sama sekali tidak menyukainya?. Buat apa mengejar gengsi kalau aku tidak bisa menggapai cita-citaku”. Sejenak tak ada lagi senyum kepuasan dari mereka. Dan kini aku bisa tersenyum lepas setelah mengeluarkan semua emosiku dengan cara yang lebih rasional bagiku.

******

Semenjak kecil aku memang begitu senang memelihara binatang ternak. Dan ketika SMP aku sering menernakan kelinci, walau akhirnya berujung di meja makan dikala tidak ada lagi lauk yang bisa di makan. Kuliah di Fakultas Peternakan  telah menjadi mimpiku semenjak duduk di bangku SMA kelas X.

Menginjak kelas XI, aku mulai kebingungan untuk memilih jurusan IPA atau IPS. Dari hasil Psikotest, aku memang berpotensi untuk masuk jurusan IPS dan Bahasa, sedangkan IPA ku berada pada posisi Sedang.

Entahalah apa yang aku pikirkan saat itu, aku menyadari kalau aku memang lebih menyukai pelajaran-pelajaran berbasis teori dan sejarah. Intinya aku senang dengan pelajaran berbahasa dan ilmu pengetahuan sosial. Sedangkan IPA aku tidak begitu menyukainya.

Usut punya usut aku memang sudah mencari informasi tentang Perguruan Tinggi yang memiliki program study  Peternakan. Saat itu yang aku dapatkan adalah informasi peternakan UNSUD, UNPAD, UGM dan IPB. Spesifiknya aku jauh lebih tertarik pada IPB, mungkin karena kakak-ku dulu pernah menempuh pendidikan disana dan aku pernah berkunjung ke dalam kampus IPB, begitu berkesan bagiku, begitu luar biasa bagiku, ya memory ketika aku masih duduk di Sekolah Dasar masih sangat aku ingat jelas gambaran hijau dan luasnya kampus IPB itu.

Aku mulai memberanikan diri untuk bertanya pada guru BK tentang kampus IPB, dan alangkah terkejutnya aku ketika mendengar bahwa IPB menerima mahasiswa baru jalur PMDK (saat ini mungkin namanya SNMPTN Undangan)hanya dari program IPA.

Dan semenjak itulah aku memutuskan untuk melawan arus agar bisa masuk program IPA. Ketika sudah masuk program IPA, permasalahan kembali menghampiri, Kimia, Matematika, Fisika, Biologi. Aku memang sama sekali kurang tertarik dengan pelajaran-pelajaran itu. Mau tak mau, aku harus mau bertemu dengan pelajaran itu hampir setiap hari. Memang sulit awalnya dan dengan tekad yang kuat aku yakin aku bisa mempelajari semua itu walau prosesnya agak lambat. Alhamdulillah satu tahun aku bertahan di program IPA aku masih masuk ranking 3 dan 4 di kelas.

*****

IPB menjadi pijakan awal bagiku untuk meraih cita-citaku, disini, di kampus ini aku harus berjuang untuk bisa menggapai asa-ku. 

*****

“27 Juni 2012” Hari pertama mahasiswa baru dari daerah luar JABODETABEK harus tinggal di Asrama TPB IPB. 

Ya sebuah asrama yang begitu mirip dengan inkubator pembentuk generasi-generasi hebat yang penuh dengan karya. Sebuah tempat yang akan menjadi tempat tinggal kami selama satu tahun pertama di IPB.

Asrama TPB IPB begitu luar biasa,ribuan mahasiswa baru Mutiara Nusantara dari seluruh penjuru negeri bersiap untuk mengejar cita-cita mereka disini. 

Disini aku mengenal begitu banyak karakter orang dari berbagai daerah, disini aku begitu tahu bahwa cita-citaku bukanlah imajinasi semata, melainkan akan menjadi sebuah realitas yang nyata. 

Di asrama TPB IPB aku menjadi lebih tahu potensi-potensi daerah-daerah yang sekiranya memiliki nilai lebih untuk merealisasikan mimpiku. 

Asrama TPB IPB adalah inkubator terbaik pembentuk insan-insan yang siap untuk menyongsong dunia luar. 

Mimpiku menjadi seorang peternak  besar, pengendali harga daging se-asia bahkan lebih kini akan kuperjuangkan di kampus hijau ini, kampus rakyat yang mampu membuat ibuku menangis bangga ketika anak kebanggaanya bisa diterima di PTN yang aku cita-citakan.

Sebuah PTN yang akan selalu berpihak pada pertanian Indonesia, dan kepada para petani kecil Indonesia. Sebuah PTN yang akan selalu menghasilkan lulusan berkarakter dan berjiwa eunterpreunership dan sebuah PTN yang akan selalu berpihak pada kesejahteraan para petani-petani dengan sebuah pembaharuan-pembaharuan yang jauh akan lebih mensejahterakan para petani Indonesa. Lalu kenapa tidak, kita berani untuk meneriakan bahwa “Aku Bangga Menjadi Petani, dan Aku KIKI RIZQI JANUAR dari Institut Pertanian Bogor, Fakultas Peternakan, Departement Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan siap menggapai cita dan siap menjadi eunterpreuner hebat yang akan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik, bagi para petani-petani Indonesia. Sudah saatnya YANG MUDA YANG BERTANI”.

Inilah caraku untuk mewujudkan semua mimpi-mimpiku menjadi wirausahawan muda dengan semangat yang tak akan pernah padam dalam jiwa, belajar dengan sungguh-sungguh, berfikiran kritis untuk selalu mencari peluang-peluang yang ada, membuka mata untuk selalu melihat potensi-potensi yang begitu banyak terhampar di depan mata, menggerakan seluruh anggota badan untuk terus bergerak dan bergerak mewujudkan setiap mimpi bukan hanya berdiam diri, dan membuka hati untuk selalu berempati akan masyarakat yang tak kunjung mampu sejahtera, ya sebuah negeri nan kaya akan pertanian, tapi belum mampu memberi kesejahteraan bagi para petaninya, sebuah negeri yang begitu subur, tapi belum mampu menyuburkan anak-anak bangsanya dari kemiskinan, sebuah negeri yang di mimpikan oleh orang-orang luar, tapi di dalam negerinya sendiri masih sedikit yang berani bermimpi. Negeri ini begitu kaya, tapi mengapa masyarakatnya begitu sengsara??. Malu, adakah rasa malu pada diri bangsa ini??  

Terlalu indah dunia ini untuk kita hanya sekedar menggantungkan mimpi, mari kawan bergeraklah, nikmatilah dunia ini, lihatlah potensimu, dan jangan takut untuk menjadi dirimu sendiri, dan akupun tidak takut dan tidak malu untuk menjadi seorang petani muda penggerak perubahan, aku KIKI RIZQI JANUAR dari Institut Pertanian Bogor, Fakultas Peternakan, Departement Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) siap menjadi generasi muda penerus cita-cita banggsa.

17 Agustus 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar