Dalam
kuliah umum itu aku masih ingat ketika bapak wakil Menteri Perdagangan Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi yang merupakan
lulusan Institut Pertanian Bogor dengan bangga menceritkan pengalaman
inspiratif perjalanan hidupnya ketika hendak menjadi mahasiswa IPB, ketika
menjadi mahasiswa IPB, dan setelah menjadi alumnus IPB. Bagiku beliau adalah
salah satu orang yang hebat, seseorang yang mampu mewujudkan mimipinya menjadi
sebuah kenyataan bukan sekedar
angan-angan.
Pada
kesempatan itu bapak Dr.Ir Bayu Krisnamukthi memaparkan kepada kami tentang
keharusan kita untuk berani bermimpi, karena dengan mimpilah kita bisa
mewujudkan atau menciptkan banyak hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Garis besarnya kuliah umum pada pagi hari itu memaparkan bagaimana potensi
pertanian di Indonesia, namun dengan semangat menggelora bapak Bayu memotivasi
kami untuk menjadi orang hebat dengan mengawalinya dengan bermimpi.
Di
akhir kuliah bapak Dr.Ir Bayu Krisnamurthi memberikan kami kesempatan untuk
menuliskan mimpi kita untuk Indonesia yang lebih baik? Apa mimpimu untuk
pertanian Indonesia yang lebih baik, dan bagaimana cara kita mewujudkannya?.
Dan untuk karya terbaik mahasiswa terbaik akan mendapatkan kesempatan untuk
bisa berjamu atau bertatap muka langsung dengan orang nomor satu di negeri ini
bapak Dr. Ir. H. Susilo Bambang Yudhoyono, presiden Republik Indonesia. Ya seorang
PRESIDEN.
Pikiranku
saat itu langsung berontak seketika, berimajinasi membayangkan jikalau aku
bertemu langsung dengan orang hebat ini. Ada banyak hal yang ingin aku tahu,
ada banyak hal yang ingin aku pelajari, dan ada hal-hal dimana aku juga begitu
ingin berjabat tangan dan berfoto bersama beliau (Amin).
Sebelum aku bertemu dan
mendengar bapak Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi memaparkan tentang keharusan kita
untuk bermimpi, aku sendiri sudah memiliki begitu banyak mimipi . Semoga mimpi
yang aku ceritakan ini suatu hari bisa terealisasikan (Amin)
Dan
inilah mimpiku untuk Indonesia yang lebih baik.
******
Mahasiswa
baru. Ya itulah title yang ada pada diriku sekarang. Saat ini aku memang masih
berstatus mahasiswa baru di Institut Pertanian Bogor (IPB). Kampus ternama di
negeri ini. Dalam hati, aku memang sangat bangga ketika orang-orang bertanya
kepadaku. “Udah selesai sekolahnya? Di terusin dimana?”. “Bogor, di Institut
Pertanian Bogor, IPB.”Dengan senyum sumringah aku menjawab setiap kali
orang-orang menanyakan
hal yang sama. “Jurusan apa?”. Inilah pertanyaan yang selalu membuat diriku
harus bergelut menahan emosi ketika menjawabnya. “IPTP, Fakultas Peternakan.”,
“Peternakan?, ah kau, nanti kau main-main sama kotoran, kau korek-korek tuh pantat
sapi, buat apa kuliah jauh-jauh, kalau mau belajar beternak, tuh belajar sama
pak Som aja?, atau nantinya kau mau jadi kawannya pak Som ya?”. Begitu puas
mereka tersenyum menahan tawa, dan dengan cara yang halus mereka
mengolok-ngolok seorang perangkat desa yang bekerja sampingan sebagai peternak
sapi. Ini yang terkadang membuat diriku harus bergelut menahan amarah.
Perlahan
aku menarik nafas dan tersenyum pada mereka sembari berkata, “ Ya, aku memang
akan melakukan hal itu, mungkin akan terasa menjijikan pekerjaan seperti itu
bagi mereka yang tak terbiasa, atau lebih jelasnya bagi mereka yang tidak
pernah menginginkan untuk melakukan hal itu. Bukankah suatu pekerjaan yang
dilakukan dengan senang hati akan dengan mudah untuk kita jalani, bukankah kuliah
itu tujuannya adalah mencari ilmu untuk kita terapkan. Dan bukankah kuliah itu
untuk mengejar cita-cita ya?, lah inilah cita-citaku?, lalu haruskah aku kuliah
di jurusan teknik elektro, padahal aku sama sekali tidak menyukainya?. Buat apa
mengejar gengsi kalau aku tidak bisa menggapai cita-citaku”. Sejenak tak ada
lagi senyum kepuasan dari mereka. Dan kini aku bisa tersenyum lepas setelah
mengeluarkan semua emosiku dengan cara yang lebih rasional bagiku.
******
Semenjak
kecil aku memang begitu senang memelihara binatang ternak. Dan ketika SMP aku
sering menernakan kelinci, walau akhirnya berujung di meja makan dikala tidak
ada lagi lauk yang bisa di makan. Kuliah di Fakultas Peternakan telah menjadi mimpiku semenjak duduk di bangku
SMA kelas X.
Menginjak
kelas XI, aku mulai kebingungan untuk memilih jurusan IPA atau IPS. Dari hasil
Psikotest, aku memang berpotensi untuk masuk jurusan IPS dan Bahasa, sedangkan
IPA ku berada pada posisi Sedang.
Entahalah
apa yang aku pikirkan saat itu, aku menyadari kalau aku memang lebih menyukai
pelajaran-pelajaran berbasis teori dan sejarah. Intinya aku senang dengan
pelajaran berbahasa dan ilmu pengetahuan sosial. Sedangkan IPA aku tidak begitu
menyukainya.
Usut
punya usut aku memang sudah mencari informasi tentang Perguruan Tinggi yang
memiliki program study Peternakan. Saat
itu yang aku dapatkan adalah informasi peternakan UNSUD, UNPAD, UGM dan IPB.
Spesifiknya aku jauh lebih tertarik pada IPB, mungkin karena kakak-ku dulu
pernah menempuh pendidikan disana dan aku pernah berkunjung ke dalam kampus
IPB, begitu berkesan bagiku, begitu luar biasa bagiku, ya memory ketika aku
masih duduk di Sekolah Dasar masih sangat aku ingat jelas gambaran hijau dan
luasnya kampus IPB itu.
Aku
mulai memberanikan diri untuk bertanya pada guru BK tentang kampus IPB, dan
alangkah terkejutnya aku ketika mendengar bahwa IPB menerima mahasiswa baru
jalur PMDK (saat ini mungkin namanya SNMPTN Undangan)hanya dari program IPA.
Dan
semenjak itulah aku memutuskan untuk melawan arus agar bisa masuk program IPA.
Ketika sudah masuk program IPA, permasalahan kembali menghampiri, Kimia,
Matematika, Fisika, Biologi. Aku memang sama sekali kurang tertarik dengan
pelajaran-pelajaran itu. Mau tak mau, aku harus mau bertemu dengan pelajaran
itu hampir setiap hari. Memang sulit awalnya dan dengan tekad yang kuat aku
yakin aku bisa mempelajari semua itu walau prosesnya agak lambat. Alhamdulillah
satu tahun aku bertahan di program IPA aku masih masuk ranking 3 dan 4 di
kelas.
*****
IPB
menjadi pijakan awal bagiku untuk meraih cita-citaku, disini, di kampus ini aku
harus berjuang untuk
bisa menggapai asa-ku.
*****
“27
Juni 2012” Hari pertama mahasiswa baru dari daerah luar JABODETABEK harus
tinggal di Asrama TPB IPB.
Ya
sebuah asrama yang begitu mirip dengan inkubator pembentuk generasi-generasi
hebat yang penuh dengan karya. Sebuah tempat yang akan menjadi tempat tinggal
kami selama satu tahun pertama di IPB.
Asrama
TPB IPB begitu luar biasa,ribuan mahasiswa baru Mutiara Nusantara dari seluruh
penjuru negeri bersiap untuk mengejar cita-cita mereka disini.
Disini
aku mengenal begitu banyak karakter orang dari berbagai daerah, disini aku
begitu tahu bahwa cita-citaku bukanlah imajinasi semata, melainkan akan menjadi
sebuah realitas yang nyata.
Di
asrama TPB IPB aku menjadi lebih tahu potensi-potensi daerah-daerah yang
sekiranya memiliki nilai lebih untuk merealisasikan mimpiku.
Asrama
TPB IPB adalah inkubator terbaik pembentuk insan-insan yang siap untuk
menyongsong dunia luar.
Mimpiku
menjadi seorang peternak besar,
pengendali harga daging se-asia bahkan lebih kini akan kuperjuangkan di kampus
hijau ini, kampus rakyat yang mampu membuat ibuku menangis bangga ketika anak
kebanggaanya bisa diterima di PTN yang aku cita-citakan.
Sebuah
PTN yang akan selalu berpihak pada pertanian Indonesia, dan kepada para petani kecil Indonesia.
Sebuah PTN yang akan selalu menghasilkan lulusan berkarakter dan berjiwa
eunterpreunership dan sebuah PTN yang akan selalu berpihak pada kesejahteraan
para petani-petani
dengan sebuah pembaharuan-pembaharuan yang jauh akan lebih mensejahterakan para
petani Indonesa. Lalu kenapa tidak, kita berani untuk meneriakan bahwa “Aku
Bangga Menjadi Petani, dan Aku KIKI RIZQI JANUAR dari Institut Pertanian Bogor,
Fakultas Peternakan, Departement Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan siap
menggapai cita dan siap menjadi eunterpreuner hebat yang akan mampu membawa
perubahan ke arah yang lebih baik, bagi para petani-petani Indonesia. Sudah
saatnya YANG MUDA YANG BERTANI”.
Inilah caraku untuk mewujudkan semua mimpi-mimpiku
menjadi wirausahawan muda dengan semangat yang tak akan pernah padam dalam
jiwa, belajar dengan sungguh-sungguh, berfikiran kritis untuk selalu mencari
peluang-peluang yang ada, membuka mata untuk selalu melihat potensi-potensi
yang begitu banyak terhampar di depan mata, menggerakan seluruh anggota badan
untuk terus bergerak dan bergerak mewujudkan setiap mimpi bukan hanya berdiam
diri, dan membuka hati untuk selalu berempati akan masyarakat yang tak kunjung
mampu sejahtera, ya sebuah negeri nan kaya akan pertanian, tapi belum mampu
memberi kesejahteraan bagi para petaninya, sebuah negeri yang begitu subur,
tapi belum mampu menyuburkan anak-anak bangsanya dari kemiskinan, sebuah negeri
yang di mimpikan oleh orang-orang luar, tapi di dalam negerinya sendiri masih
sedikit yang berani bermimpi. Negeri ini begitu kaya, tapi mengapa
masyarakatnya begitu sengsara??. Malu, adakah rasa malu pada diri bangsa ini??
Terlalu indah dunia ini untuk kita hanya sekedar
menggantungkan mimpi, mari kawan bergeraklah, nikmatilah dunia ini, lihatlah
potensimu, dan jangan takut untuk menjadi dirimu sendiri, dan akupun tidak
takut dan tidak malu untuk menjadi seorang petani muda penggerak perubahan, aku
KIKI RIZQI JANUAR dari Institut Pertanian Bogor, Fakultas Peternakan,
Departement Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) siap menjadi generasi
muda penerus cita-cita banggsa.
17 Agustus 2012
17 Agustus 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar