Ketika
sebuah harapan akan cita yang mulia mulai menemui titik ketidakpastian
menjadikan kita seperti kapas yang mudah diterbangkan oleh sedikit ayunan angin
yang mendekat secara lembut. Kembali membuka hati dan pikiran mencoba
meyakinkan diri "Kita Bisa, Pasti Bisa, dan Harus Bisa" menjadi
penyemangat terbesar untuk tetap yakin akan harapan yang telah begtu jauh kita
simpan dalam hati dan pikiran. Ketika kita berkhayal bahwa hal itu terjadi
sungguh raga ini tak dapat berbohong, bibir kita merekah tersenyum indah, wajah
kita berseri bak mentari di pagi hari, hati ini berkobar seperti cinta tuhan
benar-benar jatuh pada kita, gerak kita menjadi begitu gagah seakan-akan kita
percaya diri dan bangga pada diri sendiri. Dan pikiran kita selalu berucap
"Ya,Aku Diterima Menjadi Mahasiswa UPI,UNPAD,UGM,ITB,IPB,UI,UNSOED,UNDIP,UNY
dan universitas-universitas negeri terbaik lainnya". Semua keindahan itu
hanya terjadi dalam beberapa menit saja, akan tetapi seolah-olah kita merasa
perasaan itu benar-nyata. Saat kita sendiri dan melihat begitu banyaknya
peminat mahasiswa baru untuk bisa masuk PTN, seolah mimpi indah kita
tergeser oleh badai khayalan yang membuat kita mundur memikirkan kebahagian dan
hal-hal yang akan dilakukan. Ya, Ketika pikiran hal terpahit itu semakin
merasuk, akan nampak gambaran mereka yang begitu dekat dengan kita, begitu
menaruh harapan akan kita, menginginkan kita mendapat tempat pendidikan
terbaik, dan menginginkan kita menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari
mereka. Tetes air mata tak dapat kutahan dalam hal ini, mungkin tak hanya aku,
tapi kita semua,kita kan merunduk dan meneteskan air mata penyesalan. Ya,
mereka yang sedari dulu mendidik dan membesarkan kita "AYAH &
IBU" menaruh harapan besar agar kita bisa menjadi pribadi yang jauh lebih
dari mereka. Tak peduli seberapa mahal biaya pendidikan tak peduli seberapa
sulit kemungkinan mereka untuk membiayai kita, mereka tetap berharap kita bisa
berada di tempat yang dapat memberikan sinar terang masa depan demi kebahagian
kita bukan demi mereka. Kita tak pernah tahu seberapa sering orang tua, adiik
atau kakak kita mendoakan kita, agar apa yang kita harapkan akan menjadi
kenyataan. Dalam diri seorang ayah yang keras, tersimpan kelembutan sikap,
dalam tetes air mata seorang ibu terkumpul jutaan doa akan anakknya dan mereka
selalu berucap "ya rabb, jadikan anakku menjadi anak yg
sholeh/a,lindungilah dia dalam pergaulannya, bukakan pintu rezekinya dan
mudahkan langkahnya tuk menggapai cita, biarlah hamba merasakan perihnya
kehidupan dunia ini, tapi jangan biarkan anak hamba-Mu ini merasakan apa yang
hamba rasakan". Mungkin mereka tak sempat mengatakan hal demikian secara
langsung kepada kita, sesungguhnya itulah harap seorana AYAH dan IBU yang
menginginkan kita untuk berhasil dalam segala hal, mereka tak mengutarakan hal
demikan karena mereka benar-benar mencitai kita, cinta tak bisa disusun melalui
sususan kata yang indah yang membentuk paragraf karena cinta lebih dari itu,
cinta adalah harap dan doa yang terpancar dari sikap yang mampu memberikan
kenyamanan bagi kita,cinta sulit diucap tapi mudah untuk dirasa.
Kembalilah
berdiri dan segera berwudhulah dan mari kita semua bersujud menghadap sang
Pemilik Hidup untuk memohon belas kasih-Nya untuk mengampuni segala khilaf yang
pernah kita lakukan,dan mari ceritakan semua keluh kesah dan harapan kita
kepada Dia yang Maha Mengetahui agar kita diberi kumudahan dan kekuatan untuk
segala ujian yang Dia berikan. Tetaplah berusaha untuk berhusnudzon kepada-Nya.
Ya Allah Ya Tuhanku, Engkau Maha Tahu apa yang ada dalam pikiranku. Kaulah yang
telah menuliskan garis takdirku, hanya saja hamba yang sedang berada dalam
kegalauan ini memohon pada-Mu agar Engkau memberikanku kesempatan untukku
meneguk pendidikan di PTN yang hamba inginkan, semoga dengan diterimanya hamba
di PTN akan sedikit memberikan kebahagian bagi keluargaku tersayang.
#07 Maret 2012 pukul 01.58 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar